UTANG-PIUTANG DAN TKA ASAL CHINA MENGANCAM KEDAULATAN RI.
By : Dahlan Watihellu
Investasi China ke RI dengan model sistem satu paket atau turnkey project atau mulai dari top management, pendanaan dengan sistem Preferential Buyer’s Credit, materil, mesin, tenaga ahli, metode dan jutaan tenaga (kuli) baik legal maupun ilegal didropping dari Cina menimbulkan kekhawatiran bagi banyak kalangan. Kekhawatiran ini tidak lain adalah masalah kedaulatan RI yang sewaktu-waktu bisa terancam oleh China. Ancaman ini bisa datang dari faktor utang-piutang dan ancaman tenaga kerja asal China.
ANCAMAN UTANG-PIUTANG
Menggelembungnya utang RI terhadap China dengan sistem Turnkey Project Management bakal memicu krisis besar finansial jika pemerintah RI gagal mengatasinya. Gelembung utang China yang naik ke rekor 237 persen dari PDB pada kuartal 2016, kini membayangi ancaman serius. Pertama sudah berapa banyak utang yang RI pinjam dari China dengan batas waktu jatuh tempo, Apakah RI sanggup membayarnya ?; Kedua, bagaimana nasib tiga Bank plat merah yaitu Bank Mandiri, BNI dan BRI yang diguyur hutang sebanyak Rp 42 triliun oleh China dan sebagian dengan ketentuan pembayaran mata uang negara tersebut ? Sebab hal ini akan menghadapi ancaman terseret krisis besar seperti yang dilakukan China terhadap beberapa negara di Afrika. Saya khawatir NKRI yang kita cinta ini bernasib seperti beberapa negara di benua Afrika, bahkan lebih buruknya lagi RI bisa dijanah secara ekonomi, mata uang, dan fisik.
ANCAMAN DARI TENAGA KERJA
Sejak era pemerintah Joko Widodo yang memprioritaskan proyek-proyek infrastruktur dan energi yang mendatangkan tenaga kerja asing asal China yang terus meningkat. Hal ini dianggap sebagai masalah serius oleh kalangan pemerhati bangsa. Pasalnya, kehadiran mereka ini tidak menutup kemungkinan akan menjadi mata-mata China di RI. Dari sisi ekonomi, TKA China ini juga bisa menetap menjadi overseas China di RI. Mereka kawin dan beranak pinak dan menguasai sektor-sektor ekonomi dimasa mendatang seperti halnya yang terjadi di beberapa negara Afrika dan mereka tidak memiliki nasionalisme yang ada hanya mengeruk ekonomi. Dari sisi kedaulatan negara, kehadiran mereka ini bisa menyebarkan virus komunis. Beberapa fakta yang telah terjadi dengan kehadiran mereka adalah kasus pengibaran bendera China di samping bendera Indonesia yang muncul dalam peletakan batu pertama pembangunan smelter PT. Wanatiara Persada di Maluku Utara.
Di tahun 2016 lalu, lima orang berbaju militer China bersama dua orang WNI tertangkap Tim Patroli TNI Angkatan Udara Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, karena memasuki area Halim Perdanakusuma tanpa izin. Belum lagi masalah cabai yang ditanam oleh mereka yang mengandung virus. Serangkaian Insiden ini merupakan peringatan dini bahwa kehadiran mereka dapat mengancam kedaulatan negara. Lalu kedepannya, berapa banyak lagi tenaga kerja asal China bakal ke RI melalui investasi Cina pada 24 pelabuhan laut, 14 pelabuhan udara, dan sekitar 8000-an kilometer jalur kereta api, selain rencana mempererat hubungan bilateral China dan RI yang ditarget mendatangkan 10 juta warga China hingga 2020-an nanti. Apakah kehadiran TKA asal China ini bukan ancaman bagi kedaulatan RI ?
0 Response to "Utang Piutang dan TKA Asal Cina Ancam Kedaulatan RI"
Posting Komentar