Faizal Assegaf (Ketua Progres 98)
Luhut Binsar Panjaitan semalam (2/2) secara mendadak menemui Katua MUI KH Ma’aruf Amin yang juga ulama kharismatik NU.
Tidak lain terkait reaksi kemarahan umat Islam terhadap Ahok yang telah bersikap kurang ajar, mengancam mempolisikan KH Ma’ruf Amin.
Manuver Luhut menyulut kecaman. Tindakannya dinilai berupaya melindungi Ahok atas dasar kesamaan iman dan mewakili kepanikan Istana.
Luhut terkenal getol membela oknum penista Al Qur’an alias Ahok melalui pengaruh dan kedekatannya dengan Presiden Jokowi.
Wajar bila Luhut bertemu Ma’aruf Amin dicurigai demi melancarkan “intimidasi terselubung” guna melindungi Ahok dari amarah umat Islam.
Modus “intimidasi” itu sulit dihindari. Sebab Luhut dan Jokowi tidak rela Ahok masuk penjara dan gagal menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Kemarahan umat Islam terhadap Ahok yang menghina Ma’aruf Amin tentu membuat Luhut dan Istana kian panik.
Apalagi soal kasus penyadapan ilegal menjadi blunder. Elektabilitas Ahok anjlok dan kini Ahok dan Jokowi dalam sorotan serius.
Terlebih mantan Presiden SBY secara tegas menyatakan kasus penyadapan ilegal adalah kejahatan besar dan harus diusut tuntas.
SBY mendesak Ahok bertanggungjawab dan Jokowi selaku Presiden harus transparan sebab diduga adanya keterlibatan BIN dan Polri.
Kegusaran SBY dan reaksi kemarahan umat Islam kepada Ahok makin memicu situasi politik nasional makin memanas dan krusial.
Kondisi yang tidak elok itu berpotensi menimbulkan gerakan people power bila Ahok tidak segera dipenjarakan.
Ancaman mendesak Ahok dipenjarakan mulai bergema secara nasional. Jutaan umat Islam akan bersatu turun ke jalan dalam aksi 112.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatiyo membenarkan bahwa dalam waktu dekat akan ada demo besar-besaran.
***
0 Response to "ISTANA dan LUHUT “INTIMIDASI” MA’ARUF AMIN..."
Posting Komentar